Geothermal Energy

Wayang WinduGeothermal jika diartikan secara bebas berarti panas dari dalam bumi karena geo berarti bumi dan thermal berarti panas. Geothermal merupakan energi yang terkandung di dalam perut bumi. Energi ini kerap kali berasosiasi dengan keberadaan gunung api. Jauh di bawah gunung api tersebut terdapat magma, yaitu material panas yang berasal dari dalam perut bumi. Magma merupakan sumber panas dari geothermal. Ketika kondisi geologis memungkinkan, sebagian magma ini naik ke permukaan dan berada pada kedalaman yang “relatif” dangkal. Andai pada formasi batuan tempat magma tersebut berada terdapat infiltrasi air permukaan (meteoric water), misalnya air hujan yang meresap jauh ke dalam tanah, maka air ini akan menyapu batuan yang telah terpanaskan oleh magma. Air ini selanjutnya juga akan terpanaskan. Pada tekanan dan temperatur tertentu, air panas ini bisa berubah menjadi uap panas sehingga terbentuklah reservoir dominasi uap. Reservoir adalah formasi batuan yang akan menyimpan uap panas tersebut pada kedalaman ribuan meter di bawah permukaan tanah. Jika hanya sebagian kecil dari air panas tadi yang berubah menjadi uap, maka yang terbentuk adalah reservoir dominasi air. Sistem reservoir satu fasa air dengan temperatur sedang (125-225 derajat Celcius) dapat saja ditemukan, hal ini bergantung kepada intensitas magma sebagai sumber panas dan kondisi geologis di sekitarnya.

Air panas atau uap panas yang terdapat dalam reservoir geothermal dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik dengan cara melakukan pengeboran dan mengalirkannya ke permukaan. Panas yang dikandung oleh fluida ini selanjutnya digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin. Turbin selanjutnya akan menggerakkan generator sehingga dihasilkan energi listrik.

Indonesia merupakan negara dengan potensi geothermal terbesar di dunia. Menurut data Badan Geologi, sekitar 27.000 megawatt (MW) sumber daya (resources) geothermal berada di Indonesia. Angka ini setara dengan 40% dari potensi sumber daya geothermal dunia. Sebagian besar sumber daya ini tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera, dan sebagian lagi terdapat di Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, dan Papua. Namun demikian, hingga tahun 2012 ini, hanya sekitar 1000 Megawatt atau sekitar 4% dari potensi sumber daya geothermal ini yang telah dimanfaatkan di Indonesia.

Sampai tahun 2012, tujuh lapangan geothermal telah beroperasi di Indonesia yaitu: Kamojang dengan kapasitas listrik terpasang saat ini 200 MW, Darajat dengan kapasitas terpasang saat ini 260 MW, Wayang Windu dengan kapasitas terpasang saat ini 227 MW, Awibengkok – Gunung Salak denga kapasitas terpasang saat ini 377 MW, Dieng dengan kapasitas terpasang saat ini 60 MW, Lahendong dengan kapasitas terpasang saat ini 60 MW, dan Sibayak dengan kapasitas terpasang saat ini 12 MW.

Beberapa lapangan geothermal yang saat ini sedang dalam proses menuju pengembangan adalah: Sungai Penuh di Jambi, Lumut Balai di Sumatera Selatan, Hululais di Bengkulu, Ulubelu di Bandar Lampung, dan Muara Labuh di Sumatera Barat.

Geothermal merupakan sumber energi yang ramah lingkungan. Pengusahaan geothermal sebagai pembangkit listrik tidak mengancam kelestarian hutan karena bukan merupakan tambang terbuka. Bahkan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) ini membutuhkan hutan yang lestari demi tercapainya produksi listrik yang berkelanjutan. Berikut ini adalah foto lapangan geothermal Kamojang di Jawa Barat yang saya ambil pada suatu pagi yang berkabut.

Kamojang Jawa Barat

Lapangan Geothermal Kamojang Jawa Barat


Penulis: Robi Irsamukhti
Website: irsamukhti.blogspot.com

Copyleft:
Silahkan mengutip, mengkopi bahkan menge-teh, dan menyebarkan materi ini selama menyebutkan penulis dan link sumber.

One comment on “Geothermal Energy

  1. […] Mata air panas Pancuran 7 memiliki temperatur sekitar 60 derajat Celcius dimana temperatur udara di daerah tersebut adalah sekitar 20 derajat Celcius. Mata air ini memiliki pH netral dan mengendapkan travertine di sekitar kemunculannya. Travertine hanya dibentuk oleh air bikarbonat yang kaya kation Ca2+. Air bikarbonat biasanya terbentuk pada daerah marjinal dari suatu sistem panas bumi (geothermal). […]

Tuliskan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s