Pancuran 7, Jejak Panas Bumi Di Kaki Gunung Slamet

Dalam tulisan terdahulu, saya telah memaparkan tentang “Pengertian dan Komponen Sistem Panas Bumi“. Kali ini kita akan menengok salah satu contoh manifestasi panas bumi, yaitu mata air panas.

Pada tanggal 4-7 Juli 2012 yang lalu, saya bersama grup S2 Teknik Panas Bumi ITB melakukan kegiatan ekskursi ke daerah Baturraden dan ke daerah Dieng, Jawa Tengah. Sehubungan dengan itu, maka kali ini saya akan menulis tentang mata air panas Pancuran 7, Baturraden.

Pancuran 7 adalah mata air panas yang muncul di sisi lereng selatan dari gunung Slamet. Secara administratif, kemunculan mata air panas ini berada di daerah Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Secara geografis, mata air panas Pancuran 7 terletak pada koordinat 7 18 35.7 LS dan 109 13 06.3 BT pada elevasi sekitar 780 meter di atas permukaan laut.

Pancuran 7 Baturraden

Pancuran 7 Baturraden

Saat ini, mata air panas Pancuran 7 merupakan objek wisata alam yang cukup ramai dikunjungi. Keunikan dari mata air ini adalah tempat kemunculannya yang melalui 7 celah sejajar yang saling berdekatan.

Pancuran 7

Pancuran 7

Mata air panas Pancuran 7 memiliki temperatur sekitar 60 derajat Celcius dimana temperatur udara di daerah tersebut adalah sekitar 20 derajat Celcius. Mata air ini memiliki pH netral dan mengendapkan travertine di sekitar kemunculannya. Travertine hanya dibentuk oleh air bikarbonat yang kaya kation Ca2+. Air bikarbonat biasanya terbentuk pada daerah marjinal dari suatu sistem panas bumi (geothermal).

Aliran air panas dari Pancuran 7 ini menerus sekitar 100 meter ke arah selatan dan terjun bebas pada suatu sisi tebing. Travertine juga diendapkan pada sisi tebing tersebut. Adanya rongga yang terbentuk pada bagian bawah tebing ini membuatnya dinamakan sebagai goa yaitu “Goa Selirang”.

Goa Selirang

Goa Selirang

Mata air panas Pancuran 7 adalah salah satu bentuk dari manifestasi suatu sistem panas bumi yang berada di sekitar daerah Baturraden. Di samping Pancuran 7, di sekitar daerah ini juga terdapat mata air panas Pancuran 3. Manifestasi sendiri merupakan gejala yang terlihat di permukaan yang mengindikasikan adanya suatu sistem panas bumi di bawah permukaan di sekitar daerah kemunculan manifestasi tersebut. Manifestasi panas bumi di permukaan dapat berbentuk keluaran mata air hangat atau panas, tanah hangat atau tanah beruap, fumarola, solfatara, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya tentang hal ini bisa dibaca tulisan saya mengenai “Pengertian dan Komponen Sistem Panas Bumi”. Sistem panas bumi di daerah Baturraden yang diindikasikan oleh adanya manifestasi permukaan berupa mata air panas di daerah tersebut mungkin saja berasosiasi dengan aktivitas vulkanik dari gunung Slamet.


Penulis: Robi Irsamukhti
Website: irsamukhti.blogspot.com

Copyleft:
Silahkan mengutip, mengkopi bahkan menge-teh, dan menyebarkan materi ini selama menyebutkan penulis dan link sumber.

2 comments on “Pancuran 7, Jejak Panas Bumi Di Kaki Gunung Slamet

  1. Tia Seksi mengatakan:

    keren amat bentuk pancuran 7 nya, itu asli atau dibuat kayak gitu desainya?

Tuliskan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s