Korban Tsunami Mentawai Masih di Pengungsian

PADANG (SINGGALANG) — Hari ini 25 Oktober 2012, tepat 2 tahun bencana tsunami yang menerjang Mentawai pada 25 Oktober 2010 lalu. Namun, sekitar 10 ribu korban tsunami di Kepulauan Mentawai masih tinggal di pengungsian hingga saat ini. Hunian tetap yang telah dijanjikan, terkendala oleh pembebasan kawasan hutan lindung. Hampir dua tahun bencana itu telah berlalu, tapi kini nasib korban belum kunjung membaik. Mereka hidup di hunian sementara dengan segala keterbatasan. “Di sana mereka hidup terlantar. Susah mencari nafkah untuk keluarga. Anak-anak mereka juga tidak bisa bersekolah,” demikian kata Dandim 0319 Mentawai, Letkol Inf. Joshafat Duka kepada Harian Singgalang, di Padang, Selasa (23/10).

Pascatsunami yang melanda beberapa daerah di Kepulauan Mentawai, puluhan ribu warga yang tinggal di pesisir telah mengungsi ke pegunungan. Pemerintah bersama lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan telah membuatkan rumah darurat sebagai hunian sementara. Namun, kini persoalan lain timbul. Masyarakat yang seumur hidupnya bekerja sebagai nelayan, terpaksa membanting tulang bekerja sebagai petani di ladang. “Itu yang menjadi kesulitan bagi mereka. Ingin melaut, susah karena jauh. Kalau berladang, mereka tak pandai,” terang Joshafat. Selain itu, Joshafat mengatakan bahwa hunian sementara itu juga tidak memadai untuk hidup layak. “Air bersih sulit didapat. Sekolah tidak ada, begitu pula dengan fasilitas kesehatan,” katanya. Karena itu, dia meminta pemerintah segera membangun rumah tetap bagi para korban tersebut agar mereka bisa kembali membangun kehidupan yang lebih layak. “Tolonglah pemerintah melihat kondisi ini dari sisi kemanusiaan. Kita juga tak pernah berharap mendapat bencana seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar, Yultekhnil, mengatakan bahwa pembangunan hunian tetap bagi korban tsunami Mentawai terkendala oleh pembebasan kawasan hutan lindung. Izinnya belum juga dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan. Ketua DPRD mengatakan, setelah bencana, BNPB telah menganggarkan dana Rp 1,2 triliun untuk pembangunan hunian tetap tersebut. Tapi, uang itu tak bisa diapa-apakan hingga sekarang.


Disadur sepenuhnya dari: Harian Singgalang.

Tuliskan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s