Pemda Sumbar Instruksikan Siaga Bencana

PADANG (9/11/2012) – Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat meminta kepada 19 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Desember 2012 berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Gubernur telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh Bupati dan Wali Kota untuk siaga 247, yakni 24 jam sehari dan 7 hari sepekan, memasuki cuaca ekstrem ini,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Yazid Fadhil di Padang, Rabu.

Hal ini dilakukan mengingat jumlah curah hujan yang terjadi saat ini telah mencapai 2 kali lipat dari hari-hari normal. Di samping itu, hujan ini juga berpotensi mengakibatkan kenaikan gelombang laut menjadi lebih dari 2 meter.

Gubernur Sumatera Barat juga mengingatkan agar Kabupaten dan Kota mewaspadai potensi bencana banjir dan longsor, mengingat wilayah Sumbar telah memasuki musim penghujan. “Pemerintah daerah diminta untuk membentuk tim survei investigasi sambil melakukan pembersihan di daerah aliran sungai dalam rangka pengurangan risiko terjadinya banjir,” ungkap Kepala BPBD.

Memasuki status siaga ini, BPBD Sumbar telah disiagakan untuk menghadapi cuaca buruk yang diperkirakan mengancam sejumlah daerah dengan menyiapkan secara dini personel dari BPDB Kabupaten/ Kota, Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana, Basarnas, Pemadam Kebakaran, dan Dinas Sosial. Masyarakat juga diimbau untuk waspada khususnya bagi mereka yang berdomisili di daerah rawan bencana agar mengikuti petunjuk dari petugas yang ada dan memaksimalkan kelompok siaga bencana di daerah masing-masing. “Apabila terdapat indikasi bencana segera menginformasikan kepada petugas sehingga para penduduk yang terancam keselamatannya bisa dievakuasi,” kata Kepala BPBD Sumbar.

Sepekan terakhir, sejumlah wilayah di Sumatera Barat dilanda berbagai bencana akibat tingginya jumlah curah hujan. Di Kabupaten Sijunjung, bencana banjir bandang terjadi di Nagari Unggan dan Silantai, pada hari Rabu lalu (31/10). Bencanan tersebut mengakibat sejumlah bangunan dan infrastruktur mengalami kerusakan serta membuat ratusan kepala keluarga terisolir.

Di Kota Padang, bencana longsor terjadi di 2 titik di Kecamatan Bungus dan 1 titik di Kecamatan Padang Selatan. Meski tidak ada korban jiwa, namun peristiwa ini sempat mengakibatkan terputuskan jalur lintas Padang – Pesisir Selatan.


Disadur dari: Waspada Online.

Tuliskan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s