Menengok Potensi Panas Bumi / Geotermal Bonjol

Menengok Potensi Panas Bumi / Geotermal Bonjol

Bonjol adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, yang mencakup daerah Bonjol dan Kumpulan. Sebelum era otonomi daerah, Bonjol adalah kecamatan yang juga mencakup daerah Alahan Mati dan Simpang. Namun, setelah era otonomi daerah, Alahan Mati dan Simpang menjadi sebuah kecamatan yang berdiri sendiri dengan nama Kecamatan Simpang Alahan Mati (Simpati).

Kecamatan Bonjol saat ini memiliki luas daerah sekitar 195 km persegi dan berada pada elevasi 100 – 1160 meter di atas permukaan laut dengan jarak ke ibu kota kabupaten (Lubuk Sikaping) sekitar 18 – 29 km dan jarak ke ibu kota provinsi (Padang) sekitar 144 – 157 km. Aksesibilitas transportasi di Kecamatan Bonjol sudah baik yang didominasi oleh jalan Kelas IIIA dengan kondisi jalan rata-rata baik dan sedang.

Jumlah pelanggan listrik di Kecamatan Bonjol dan Kecamatan Simpati tahun 2010 adalah sekitar 5780 pelanggan dengan total daya 4.28 MW dimana 3.77 MW diantaranya dikonsumsi oleh pelanggan rumah tangga. Namun reliabilitas listrik yang tersedia cukup rendah dan masih sering terjadi pemadaman listrik. Bahkan secara umum di seluruh Kabupaten Pasaman rasio elektrifikasi tergolong masih rendah.

Indikasi keberadaan potensi panas bumi atau geotermal di Kecamatan Bonjol dapat dilihat dari kenampakan sejumlah mata air panas dan mata air hangat di daerah tersebut. Terdapat 4 mata air panas / hangat di 4 lokasi yang berbeda dengan pH cenderung netral yaitu: Mata Air Panas (MAP) Sungai Takis, MAP Sungai Limau, MAP Kambahan, Mata Air Hangat (MAH) Padang Baru.

MAP Sungai Takis muncul di lembah Sungai Takis dengan temperatur di atas 80 derajat Celcius. Di MAP Sungai Takis banyak terdapat endapan travertin. MAP Sungai Limau muncul dengan temperatur di atas 70 derajat Celcius dan memiliki sedikit endapan travertin. MAP Kambahan juga muncul dengan temperatur di atas 70 derajat Celcius tanpa adanya endapan travertin. MAH Padang Baru muncul dengan temperatur paling rendah yaitu di atas 40 derajat Celcius dan memiliki endapan travertin.

Berdasarkan publikasi Badan Geologi melalui Pusat Sumber Daya Geologi (http://psdg.bgl.esdm.go.id/), semua mata air panas di atas termasuk ke dalam tipe air klorida. Mata air panas dengan konsentrasi klorida yang tinggi sering diinterpretasi sebagai air yang berasal dari reservoir panas bumi / geotermal. Analisa Na-K-Mg menunjukkan bahwa 3 dari 4 mata air di atas yaitu MAP Sungai Takis, MAP Sungai Limau, dan MAP Kambahan terletak pada partial equilibrium dan berasal dari reservoir bertemperatur 180 derajat Celcius. Reservoir dengan 125<T<225 derajat Celcius termasuk ke dalam kategori moderat (sedang) berdasarkan klasifikasi Hochstein.

Dengan temperatur 180 derajat Celcius berapa besar energi listrik yang dapat dibangkitkan dari reservoir panas bumi Bonjol? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab melalui simulasi reservoir jika telah dilakukan pemboran eksplorasi. Mengingat area prospek panas bumi Bonjol saat ini (2013) belum sampai pada fase pemboran eksplorasi maka tidak mungkin memberikan nilai pasti tentang besaran potensi listrik di sana. Namun demikian, jika tetap hendak mengutak-atik angka, dapat saja dilakukan perhitungan kasar dengan memberlakukan beberapa nilai asumsi. Jika dimisalkan luas reservoir minimum 7.5 km persegi dan maksimum 22 km persegi, tebal reservoir sekitar 800-1000 meter, porositas batuan 10% dengan densitas 2.65 gr/cc, recovery factor 40%, lama pembangkitan listrik 30 tahun, maka dengan temperatur reservoir hanya sekitar 180 derajat Celcius dan katakanlah temperatur cut-off sebesar 140 derajat Celcius, maka jika kita menerapkan konsep konservatif didapat potensi listrik yang dapat dibangkitkan sekitar 20 megawatt (peluang 90%), dengan konsep moderat didapat potensi listrik yang dapat dibangkitkan sekitar 50 MW (peluang 50%), dan maksimum potensi listrik yang dapat dibangkitkan dengan peluang mendapatkannya hanya 10% adalah sekitar 88 MW. Perhitungan ini didasarkan pada metode probabilistik Monte Carlo.

Dengan temperatur reservoir hanya sekitar 180 derajat Celcius, adalah tidak praktis menggunakan skenario flash steam cycle dalam proses pembangkitan listrik dari reservoir panas bumi Bonjol. Salah satu jenis siklus pembangkitan yang dapat digunakan untuk reservoir jenis ini adalah siklus biner atau organic rankine cycle (ORC). ORC hanya menggunakan panas dari fluida panas bumi untuk menguapkan fluida organik lain yang memiliki titik didih rendah. Hingga saat ini (2013), ORC belum digunakan secara komersial dalam industri panas bumi Indonesia karena memang belum terdapat pengembangan energi panas bumi dari reservoir bertemperatur moderat (sedang) di Indonesia. Sehingga pengembangan area prospek panas bumi Bonjol adalah merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi siapapun nanti yang akan mengembangkannya.

Bisnis listrik panas bumi / geotermal adalah sebuah bisnis dengan biaya investasi tinggi. Dibutuhkan beberapa triliun rupiah untuk mengembangkan suatu area prospek panas bumi. Biaya investasi yang tinggi ini juga berbanding lurus dengan tingkat resiko investasi yang juga tinggi. Resiko terbesar berhubungan dengan ketidakpastian dari resource itu sendiri. Jika resource atau potensi listrik ternyata lebih besar dari perkiraan awal, tentu tidak akan jadi masalah. Namun jika potensi itu jauh lebih kecil dari perkiraan awal, maka proyek bisa saja mandek, karena tidak masuk lagi dalam batasan-batasan keekonomian proyek yang telah dihitung di awal. Oleh karena itu, akan cukup bijak jika tetap mempertahankan pemikiran-pemikiran konservatif atau moderat di dalam estimasi tentang besarnya resource atau potensi listrik pada tahap-tahap awal.


Penulis: Robi Irsamukhti
Website: irsamukhti.blogspot.com

Copyleft:
Silahkan mengutip, mengkopi bahkan menge-teh, dan menyebarkan materi ini selama menyebutkan penulis dan link sumber.

Tuliskan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s